Archive for October, 2007

Allahumma, pertemukanlah kembali, aku dengan dia…

Monday, October 15th, 2007

Assalamu’alaikum wr wb

Sedih tak terhingga melepas kepergian bulan mulia: bulan RAhmah, MAghfirah, dan bulan penghinDHar Api Neraka. Bahkan hari BERBUKA yang tiba, tiada cukup menghibur hati yang sedang dirundung duka…

Semoga setiap amalan yang kita lakukan selama ini dinilai oleh Allah sebagai amal shalih yang berlipat-lipat ganda pahalanya. Amin…

Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik dalam menghadapi kesebelas bulan lainnya, juga dalam rangka menyiapkan Ramadhan selanjutnya. Amin…

Semoga kita semua bisa dipertemukan oleh Allah dengan Ramadhan selanjutnya. Amin…

Untuk kalian semua yang kucintai karena Allah *kedua orang tuaku, adik-adikku, seluruh keluarga besarku, teman-temanku sejak kecil, dan semua umat muslimin di seluruh dunia*:

Afwan banget atas segala perbuatanku yang pasti aneh-aneh, perkataanku yang selalu menyakiti, hatiku yang kerap berprasangka: tolong ingatkan ya…

Juga atas janji yang terlupakan, hutang yang belum terbayarkan, pinjeman-pinjeman yang belum sempat dikembalikan: tolong bilang ya…

Pokoknya untuk semuanya dari diriku yang tidak berkenan di hati dan pikiran kalian: tolong maafkan ya…

Dimaafin ga?

Oya, mengenai Idul Fithri saya nemuin 2 fenomena yang sudah dirutinkan oleh mayoritas muslimin Indonesia, padahal ternyata keliru dari sunnah Rasul *tolong TABAYYUN-in ya, khawatirnya justru saya yang salah*

Pertama, seorang sahabat pernah menegur saya setahun yang lalu, kata beliau, kalimat “Minal Aidin wal Faidzin” tuh ga dicontohin ama Nabi Muhammad SAW. Yang ada ”Taqabbalallahu Minna wa Minkum”, tapi beliau tidak menjelaskan ”Taqabbalallahu Minna wa Minkum” saja atau yang panjang ”Taqabbalallahu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum Kulu Amin wa Antum Bi Khair”

*untuk masalah yang ini saya belum dapet keterangan yang nyata dari hadist*

Kedua, sekitar setahun lalu di forum di dkmarrahmah.cjb.net, saya pernah baca sebuah kutipan dari assunnah.or.id, di situ tertulis bahwa makna dari Idul Fithri yang bener bukanlah “KEMBALI SUCI” *seperti yang kebanyakan orang pahami saat ini* melainkan “KEMBALI BERBUKA”.

Menurut lughoh/bahasa bahwa lafadz FITHRI yang memiliki susunan huruf FA-THAA-dan RA berasal dari kata FITHRU/ IFTHAAR yang artinya BERBUKA (yakni berbuka puasa jika terkait dengan puasa). Bukan FITHRAH yang tulisannya FA-THAA-RA-dan TA MARBUTHOH *yang berarti SUCI*

Adapun menurut Syara’ telah datang hadits yang menerangkan bahwa IDUL FITHRI itu ialah HARI RAYA KITA KEMBALI BERBUKA PUASA:

“Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari KAMU BERBUKA. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan." SHAHIH. Lafadz ini dari riwayat Tirmidzi No. 693.

Namun juga dikeluarkan oleh Imam-imam dengan jalan dari Abi Hurarirah:

1. Imam Ad-Daruquthni, lafadznya: "Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan (Idul) Fithri kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka."
2.
Dalam lafadz Imam Ibnu Majah No. 1660: "(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan.”
3. Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud No. 2324: "Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.”
*keterangan tentang sanadnya terdapat di kitab "Riyadlul Jannah" No. 721 karya Abdul Hakim bin Amir Abdat (penulis asli artikel ini)*

Hadits di atas dengan beberapa lafadznya tegas-tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya, sebelum kita pergi ke tanah lapang untuk mendirikan shalat ‘Id. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama.
Jadi, artinya bukan
"kembali kepada fithrah", karena kalau demikian niscaya terjemahan hadits menjadi : “Al-Fithru/suci itu ialah pada hari kamu bersuci” tapi tidak demikian, melainkan HARI RAYA BERBUKA PUASA. Yakni kita kembali berbuka (tidak puasa lagi) setelah sebulan kita berpuasa. 

Adapun makna sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa puasa itu ialah pada hari kamu semuanya berpuasa, demikian juga Idul Fithri dan Adha, maksudnya : Waktu puasa, Idul Fithri dan Idul Adha, kamu bersama-sama dengan kaum muslimin (berjama’ah), tidak sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok sehingga berpecah belah sesama kaum muslimin.
Imam Tirmidzi mengatakan—dalam menafsirkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas—sebagian ahli ilmu telah menafsirkan hadits ini yang maknanya: "Bahwa shaum/puasa dan (Idul) Fithri itu bersama jama’ah dan bersama-sama orang banyak"

Begitulah yang saya dapat. Tapi jika antum mendapatkan data yang lebih valid *entah membantah entah menguatkan* harap segera memberitahu saya, agar umat Islam di dunia kembali dalam satu shaf yang rapi dan kokoh. Amin.

Sekedar info, tanggal 11 Oktober 2007 kemaren, ada Buka Puasa Bareng angkatan BOROK lho, tepatnya di Warung Kebun jalan Pajajaran. Yang dateng lumayan, ada 190an orang dari segala pelosok Indonesia *lebay* Seneng banget dah!!! Tapi juga rada ga percaya: kok bisa? Temen-temen yang dah lama ga ketemu, pasti langsung ngomentarin rambut saya ^^ hehe tapi sekarang dah dipotong kok *setelah dipaksa ibu* Oya, saya sedih banget pas tau ada temen yang lepas jilbab T.T semoga hidayah itu kembali datang padanya, amin.

Terakhir saya mau ngucapin makasih sebesar-besarnya untuk saudara-saudariku berikut: Qi Yahya, Bella PK, Dhinanda BK, Fajar MP, Galih H, Pribadi MA, Aisyah (FSRB), Tarry, Tiara MD, Miftahul J, Eka CN, A’Rizal A, Arisyi IF, Faris AA, Mazharulhaq M (AR’07), Brama YK, Edria AVW, Aras K (FSRB), Rizky PA, Annisa DZ, Ryuta AR, Wina E, Diptya S, Uswatun H, Niken DP, Mutiara H (AR’07), Handiny, Ayun EA, Riska APK, Pandudamai IT, Agung W, MA. Kazhimi, M. Zaky, M. Amar S, A’Arif Alfat, Redha S, Athieqah A, Indra AW, R. Adjie WTR, A’Rama A, Ira M, (dan semua yang sms setelah tulisan ini dicetak serta yang ngasih ucapan dari internet). Insya Allah udah dimaafin kok, tapi maafin saya juga ya. Semoga kita semua selalu diberikan yang terbaik di dunia dan di akhirat oleh Allah SWT, termasuk dikumpulkan di surga-Nya. Amin…

*untuk Obenk dan Ira, afwan belom dibales, pas pulsanya abis =D biarlah Allah SWT yang membalas sms kalian dengan kado yang lebih indah*

Sekian untuk kali ini, semoga bermanfaat. GANBATTE NE!!!

Wassalamu’alaikum wr wb.